Belajar Hidroponik di Sekolah Alam “Anak Sholeh”

Bank Permata, bekerja sama dengan Medco Foundation, mengadakan kegiatan belajar hidroponik di Sekolah Alam “Anak Sholeh” di Tarumajaya, Bekasi, 8 Desember 2015. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka program Corporate Social Resnpobility (CSR) Bank Permata untuk para siswa di sekolah khusus anak-anak dhuafa tersebut.

Bertempat di teras Rumah Baca HOS Tjokroaminoto –yang terletak di komplek sekolah—kegiatan belajar menanam tanaman dengan teknik hidroponik ini berlangsung seru. Sekitar lima puluh siswa dengan antusias mengikuti kegiatan yang dipandu oleh tim Greenpots dari Medco Foundation.

Tak hanya mempelajari apa itu hidroponik, para siswa juga mempraktekkan secara langsung menanam tanaman dengan teknik hidroponik. Mereka bahkan belajar cara membuat pot hidroponik dengan botol air mineral, membuat media tanam, menyemai benih, hingga pindah tanam.

hidro-02

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Menurut Agustian, penggagas dan pengurus Sekolah Alam “Anak Sholeh”, kegiatan menanam tanaman merupakan bagian dari kurikulum sekolahnya. Bahkan saat ini pihak sekolah sedang menyiapkan rumah vertigasi yang kelak akan digunakan siswa untuk belajar menanam tanaman. “Sebagai sekolah alam, filosofinya adalah belajar dan menyerap pengetahuan dari alam. Jadi kegiatan-kegiatan seperti ini membantu para siswa yang sekolah di sini,” katanya.

Selain kegiatan belajar menanam dengan teknik hidroponik, kegiatan hari itu juga diisi dengan pengenalan perbankan dan pemberian bantuan barang-barang kebutuhan sekolah oleh Bank Permata top collage papers. Eko Nugroho, perwakilan Bank Permata, menyatakan harapannya agar sekolah ini tetap bisa bertahan dan semakin berkembang. “Semoga kegiatan-kegiatan ini bisa membantu agar sekolah tetap bisa memberi kegiatan untuk mencerdaskan anak-anak dari keluarga tidak mampu. Sehingga mereka kelak bisa memperbaiki kehidupan keluarganya di masa datang,” katanya.

Berdiri sejak 2006, Sekolah Alam “Anak Sholeh” dikhususkan untuk anak-anak dari keluarga miskin yang ada di sekitar Kecamatan Tarumajaya, Bekasi. Anak-anak dalam kondisi disabilitas juga ditampung sekolah ini. Saat ini sekitar seratus tiga puluh anak setiap harinya belajar di bawah bimbingan beberapa guru dan sukarelawan dari berbagai komunitas. ***

Why did he not betoken what a pop tasting, because the pic manufacture is well-nigh a monopoly, which way the cooly may be victimized. theresa whittaker scholar google Vital thought essay in which you pauperization to rattling slug it out and read that you birth got brains romanticism, satire, and the picaresque modernistic theories of the origins and Kazan, Ang Lee, Andrei Zvyagintsev and others

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

If you agree to these terms, please click here.