Donor Darah di Ampera

Satu dari banyak tantangan besar yang selalu dihadapi dunia medis di Indonesia adalah kurangnya stok kantong darah. Padahal, setiap menit bahkan detik, selalu ada kebutuhan transfusi darah dari orang-orang demi menyambung hidup. Gerakan-gerakan sosial untuk menggenjot persediaan kantong daerah terus dilakukan secara masif, tapi tetap saja kebutuhan tidak terpenuhi.

Merujuk laporan tahunan yang dirilis Palang Merah Indonesia (PMI), setiap tahun rata-rata Indonesia membutuhkan 5,1 juta kantong darah, atau 2,5 lima persen dari total populasi (sebagaimana kondisi ideal yang dirumuskan Organisasi Kesehatan Dunia). Dari jumlah itu, hanya tersedia rata-rata 4,6 juta kantong. Terdapat angka defisit cukup besar.


Kurangnya ketersediaan darah di Indonesia antara lain disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat untuk menyumbangkan darahnya secara sukarela. Masyarakat masih enggan, bahkan takut menyumbangkan darahnya ke Unit Transfusi Darah (UTD). Inisiatif donor darah di Indonesia sejauh ini umumnya hanya bersifat musiman, bergantung pada event tertentu, berbeda dengan pola donor di negara-negara maju yang telah rutin menyumbangkan darahnya setiap tiga bulan secara sukarela.  

Di Indonesia, kebutuhan pelayanan darah yang berkualitas semakin dituntut guna mendukung pencapaian sasaran pembangunan bidang kesehatan nasional dan tujuan pembangunan global melalui penurunan angka kematian ibu pada rasio serendah mungkin dan mengurangi angka kematian akibat pendarahan pada ibu bersalin maupun kasus lainnya, juga menunjang penanganan kasus kelainan darah yang membutuhkan transfusi.

Medco Foundation ikut andil dalam memenuhi kebutuhan tersebut dengan menyelenggarakan kegiatan donor darah rutin dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Gedung Medco Ampera pada 11 Mei 2017 .

Ketua panitia donor darah, Say Shio, mengatakan kegiatan hari itu merupakan donor darah kedua sepanjang tahun 2017. Donor darah ini dilaksanakan rutin, dalam interval waktu tiga bulan, dan telah menjadi tradisi Medco Foundation.  “Ada ratusan pendonor yang berpartisipasi. Hari ini juga istimewa, karena PMI memberikan penghargaan kepada lima donor yang telah menyumbangkan darahnya minimal 10 kali,” ujarnya.

“Hari ini kita menyaksikan partisipasi rekan-rekan dari Medco Group dan masyarakat lainnya dari lingkungan Ampera Raya. Partisipasi ini menunjukkan bahwa masih banyak kontribusi baik yang dapat terus kita saksikan di sekitar kita. Mari kita teruskan kolaborasi ini untuk mendukung Palang Merah Indonesia,” kata Shio lagi.

Selain diikuti karyawan yang ada di lingkungan Medco Ampera, kegiatan ini juga diikuti masyarakat lain, termasuk mahasiswa atau wasana Praja Angkatan 24 Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN). Kehadiran para praja tingkat akhir ini membuat donor darah kali ini terasa istimewa.  

Pagi-pagi, para praja datang bergerombol untuk meramaikan kegiatan donor darah yang merupakan kerja sama Medco Foundation dan UTD PMI Cabang Jakarta Pusat ini.  “Setelah apel pagi, kami langsung datang ke sini. Total semuanya ada 55 orang yang mendaftar jadi calon donor. Selain dari angkatan 24, ada tiga orang dari angkatan 23. Sejak awal, mereka sangat antusias untuk menjadi pendonor darah,” ujar Rahmat, Pengasuh Wasana Praja Angkatan 24.

Sumbangan darah dari para pendonor praja IPDN, karyawan Medco Group dan masyarakat sekitar ini diharapkan bisa membantu PMI dalam menutupi kebutuhan darah bagi para pasien dengan transfusi. Apalagi, stok darah sering dilaporkan defisit. (INS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.