Lampion Kemerdekaan di Langit Mekarjaya

Mekarjaya, sebuah desa yang biasanya sepi di ujung timur Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mendadak ramai di malam itu. Warga, dari anak-anak hingga orang tua, berkumpul di halaman balai desa. Saat lampion-lampion kemerdekaan berwarna merah dan putih diterbangkan menuju langit, tepuk tangan meriah bergema memecah sunyi.

Hari itu, 14 Agustus 2015, warga Mekarjaya mengadakan acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain pelepasan puluhan lampion kemerdekaan, acara malam itu juga diisi dengan pemutaraan film “Cahaya dari Timur: Beta Maluku”, serta meet and greet dengan artis pemeran film tersebut. Acara di malam itu menjadi salah satu perayaan HUT RI yang paling berkesan bagi warga Mekarjaya.

Untuk mewujudkan kegiatan ini, pemerintah dan warga Desa Mekarjaya menjalin kerja sama dengan Medco Foundation, yang mengelola kegiatan sosial bagi sejumlah anak asuh di wilayah tersebut. PT Visinema Pictures, salah satu perusahaan pembuat film ternama di Indonesia, juga diajak berpartisipasi. Mereka bahkan menghadirkan artis-artis pemeran film “Cahaya dari Timur” ke lokasi acara.

Kepala Desa Mekarjaya, Abah Koko, menyatakan bahwa acara “Malam Lampion Kemerdekaan dan Pemutaran Film Cahaya dari Timur” ini jauh-jauh hari sudah dinantikan masyarakat. Oleh karena itu dia mengaku acara ini bisa terwujud dan menghadirkan kemeriahan baru bagi warganya. “Kami gembira bisa mengadakan peringatan kemerdekaan negara kita dengan acara yang berbeda, katanya.”

Balap karung
Balap karung

Menurut Abah Koko acara ini bukan sekedar untuk memberi hiburan bagi warganya. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya untuk mengenalkan karya-karya anak bangsa seperti film Indonesia. Harapan lainnya adalah kegiatan tersebut mampu meningkatkan rasa kebangsaan warganya. “Harapannya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Mereka bisa merayakan ulang tahun kemerdekaan RI dengan sesuatu yang baru dan berguna, seperti menonton film tentang kebangsaan dan berdoa untuk Indonesia sambil melepaskan lampion-lampion,” katanya.

Acara dimulai dengan berbagai lomba dan pentas seni yang diikuti anak-anak dan warga Mekarjaya. Setelah itu diadakan penerbangan lampion oleh warga sebagai simbol harapan untuk Indonesia yang lebih baik. Sebelum pemutaran film “Cahaya dari Timur”, para pemeran yang terdiri dari Shafira Umm, Bebeto Leutualy, dan Aufa Assegaf menyampaikan pesan-pesan dalam film ini kepada warga.

Menurut Shafirra Umm, film “Cahaya dari Timur” memuat banyak pesan penting yang bisa dijadikan pelajaran bagi masyarakat Indonesia. Oleh karea itu ia mengajak warga untuk belajar dari film ini. Ia juga mengungkapkan harapannya agar konflik-konflik seperti yang pernah terjadi di Ambon tidak terjadi lagi di Indonesia. “Cerita dalam film ini mengajarkan bahwa seburuk apa pun kondisinya, kita tetap harus kerja keras dan mengubah keadaan menjadi lebih baik, supaya hidup kita menjadi lebih baik. Saya juga berharap semoga konflik-konflik agama tidak akan terjadi lagi di Indonesia,” ujar artis yang juga presenter di salah satu televisi swasta itu.

Angga Dwimas Sasongko, sutradara dan produser film “Cahaya dari Timur”, mengungkapkan bahwa pihaknya memang mempunyai program untuk mengadakan pemutaran film ini di berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu ia pun menyambut baik kegiatan ini. Film “Cahaya dari Timur” berkisah tentang anak-anak di Ambon saat terjadi konflik agama beberapa tahun silam. Di tengah situasi konflik dan perpecahan, sebuah tim sepak bola menyatukan anak-anak yang berbeda keyakinan ini. Mereka berjuang untuk mendapatkan prestasi di tingkat nasional melalui sepak bola.

Aufa, Bebeto dan Shafira bercerita tentang Cahaya dari Timur beberapa menit sebelum film tersebut diputar..
Aufa, Bebeto dan Shafira bercerita tentang Cahaya dari Timur beberapa menit sebelum film tersebut diputar..

Pesan yang ingin disampaikan dalam film tersebut, seperti pentingnya sikap toleransi dan kerja keras mewujudkan mimpi, menurut Angga, sangat sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini. “Kami senang menjadi bagian dari acara ini. Kami harap film “Cahaya dari Timur” bisa memberi pelajaran bagi masyarakat, khususnya warga Mekarjaya, mengenai pentingnya sikap toleransi dan solidaritas sebagai sesama bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Perwakilan Medco Foundation, Anggia Tungga Dewi, menyatakan kegiatan ini bisa memberi warna lain dalam merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia. Menurutnya warga tak hanya bisa bergembira dalam merayakan HUT RI, tetapi juga bisa belajar mengenai masalah-masalah bangsa yang pernah terjadi. “Saya harap kita bisa bergembira dalam kegiatan ini. Tetapi di sini kita juga bisa belajar banyak hal seperti pesan-pesan yang disampaikan dalam film Cahaya dari Timur,” katanya***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.