Medco Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Sehari setelah gempa mengguncang Nusa Tenggara Barat, dua pekan lalu, dokter dan relawan Medco Foundation terjun ke lokasi untuk menangani para korban dan masyarakat di sana. Dalam masa tanggap darurat pascabencana itu, petugas dari unit disaster response memberikan layanan kesehatan di 10 lokasi dalam lima kecamatan di dua kabupaten di Pulau Lombok.

Dua dokter, dua paramedis, dan enam sukarelawan yang juga didukung tim medis Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT, anak usaha Medco Group) bergerak menangani para korban gempa di Posko AMNT dan pengungsian Desa Teluk Kodek (Kecamatan Pemenang), Desa Sigar Penjalin, Karang Suele, Kencong, dan Karang Desa (Kecamatan Tanjung), Desa Sesait (Kecamatan Kayangan), Desa San Baro (Kecamatan Gangga), dan Desa Teluke (Kecamatan Batu Layar).

“Ada 10 lokasi yang kami tangani di lima kecamatan. Delapan di antaranya adalah desa-desa yang masuk dalam wilayah paling parah terdampak gempa di Lombok Utara. Dokter dan para relawan kami setiap hari bergerak ke sana untuk memeriksa kesehatan dan mengobati para korban,” ujar Rendra Permana, Head of Program Medco Foundation.

Lombok Utara menjadi fokus pelayanan kesehatan oleh tim Medco Foundation, karena hampir semua fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan Puskesmas rusak berat setelah gempa. Jumlah tenaga medis di sana pun terbatas.

Dokter Andry Mulyana, ketua tim medis Medco Foundation, mengatakan tim mobile medical service yang dipimpinnya menangani 80 hingga 100 orang pasien setiap hari. Umumnya adalah korban gempa.

“Keluhan para pasien yang kami tangani beragam. Paling banyak infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), radang, dan dispepsia (gangguan pada saluran pencernaan). Tim kami juga ikut menangani persalinan seorang ibu di tenda pengungsian. Alhamdulillah, ibu dan anaknya dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Menurut Andry, infeksi saluran pernafasan menjadi keluhan dominan karena para korban gempa harus tinggal di tenda pengungsian. Di tenda-tenda itu warga tidur di atas tanah dengan alas seadanya, sementara lingkungan sekitar banyak debu bekas reruntuhan bangunan.

“Keluhan dispepsia terjadi karena selama dua hari setelah gempa, sebelum bantuan makanan pokok datang, warga di pengungsian terpaksa makan mi instan. Ini menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan,” kata Andry.

Selain menurunkan dokter dan relawan ke lokasi Lombok, Medco Foundation juga menggalang donasi serta menyalurkan bantuan obat-obatan, peralatan medis, kebutuhan bayi dan lansia, terpal, tenda, dan selimut untuk para korban bencana di sana. [INS]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

If you agree to these terms, please click here.