Meet The Leader Bersama Kang Yoto

Medco Foundation kembali menggelar  Meet The Leader, sebuah kegiatan sharing knowledge tentang kepemimpinan yang menghadirkan tokoh berpengalaman. Dalam acara yang dilaksanakan pada 22 September 2016 di Jakarta ini hadir Bupati Bojonegoro, Drs. Suyoto M.Si, atau yang biasa dipanggil Kang Yoto.

Kang Yoto, dalam kesempatan ini, menceritakan pengalaman-pengalamannya selama memimpin Bojonegoro. Menurut pria berusia 51 tahun ini perubahan besar yang terjadi di Bojonegoro dalam beberapa tahun belakangan bukanlah karena uang, melainkan karena adanya peningkatan kapasitas manusia. “Dulu gak ada yang percaya kalau Bojonegoro bisa semaju sekarang. Daerah ini dulu dikenal sebagai wilayah banjir, kering, miskin. Tapi kemampuan rakyat luar biasa sekarang, kita selesaikan dengan peningkatan kapasitas manusia,” katanya.

Saat pertama kali menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di Bojonegoro pada 2008, Kang Yoto mendapati fakta banyak aparat pemerintah tidak mengenal teknologi. Padahal bagi Kang Yoto teknologi sangat penting untuk melakukan koordinasi. Oleh karena itulah Kang Yoto meminta dan mengusahakan banyak cara agar para pembantunya di pemerintahan bisa melek teknologi. “Dulu ada perangkat yang tidak bisa mengirim SMS. Padahal dulu sebelum ada aplikasi-aplikasi pesan seperti sekarang saya selalu mengirim SMS-SMS ke anak buah agar terjaga kinerjanya,” ungkapnya.

mf-kang-yoto2

Sebagai upaya untuk memajukan Bojonegoro, Kang Yoto menegaskan menggunakan beberapa cara seperti penerapan prinsip transparansi dan partnership. Ia mengatakan bahwa salah satu tujuan penting pemerintahannya adalah menciptakan banyak warisan kemajuan kepada generasi mendatang. “Kita harus mengubah keyakinan lama bahwa Indonesia kaya banyak warisan. Yang harus kita lakukan bukan merebut dan menghabiskan warisan, tetapi menciptakan warisan-warisan baru bagi kita dan generasi mendatang,” ujarnya.

Terkait dengan kepemimpinan, Kang Yoto menerangkan bahwa setiap orang pada dasarnya adalah penjual, termasuk seorang pemimpin adalah seorang penjual. Slots på nätet.“Setiap orang hidup dengan menjual sesuatu. Seorang anak berjualan ketaatan dan kepatuhan untuk mendapatkan kasih sayang dari orang tua. Seorang karyawan berjualan karya, respek, dan loyalitas kepada pimpinannya untuk mendapatkan kepercayaan dan penghargaan. Seorang   pimpinan masyarakat  berjualan janji dan bukti, memberi pelayanan, pencerahan, dan pemberdayaan agar mendapat pengakuan, diikuti, dan dicintai masyarakat,” katanya.

Tak lupa Kang Yoto juga memberikan nasihat kepada generasi muda agar bisa berkarya atau “berjualan” dan selalu aktif menjadi pemain sesuai dengan peran dan bidangnya masing-masing. “Orang yang berhasil adalah orang yang bisa berjualan dan untung. Kalau tidak pernah berjualan jangan harap dapat perhatian, apalagi uang,” katanya. ***

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

If you agree to these terms, please click here.