Santri Tani Mulai Panen Jagung di Kuningan


Para santri tani dari Pesantren Nurul Huda, binaan Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) dan Medco Foundation mulai memanen jagung di lahan demplot yang dikembangkan di Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Panen raya jagung itu diresmikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H Ma’ruf Amin, Rabu 4 April 2018 pagi.

Lahan jagung di Ciawigebang merupakan bagian dari 300 hektare lahan pilot project Jagung Konco yang dikembangkan Medco Foundation bersama mitranya di Bojonegoro dan Lamongan (Jawa Timur), Kuningan (Jawa Barat), Serang (Banten), dan Merauke (Papua).

Ketua APJI, Sholahuddin, saat membuka panen raya pada Rabu pagi mengatakan keseriusan para santri tani binaan dalam program ini telah memberikan hasil maksimal bagi pengembangan lahan jagung di Kuningan, terutama aspek kualitas dan produktifitas panen.

“Target awal hanya 6 ton per hektare. Namun, hasilnya menggembirakan. Jagung di sini ternyata bisa tembus 9,3 ton per hektare. Dengan hasil ini, petani di sini rata-rata bisa mendapat Rp15 juta per hektare dalam empat bulan,” ujar Sholahuddin.

Ketua Umum MUI, K.H Ma’ruf Amin, pencetus program pemberdayaan ekonomi umat, mengapresiasi pilot project yang dilaksanakan Medco Foundation dan APJI dengan menggandeng pesantren. Ia mengharapkan kerjasama ini memberikan dampak bagi peningkatan perekonomian umat berbasis pesantren.

Kepada santri tani, ia berpesan untuk terus bekerja berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen agar perekonomian terus membaik.

“Harus ada continue improvement, perbaikan yang berkelanjutan. Dulu targetnya 6 ton per hektare, alhamdulillah panennya mencapai 9,3 ton. Untuk sekarang, hasil ini sangat baik. Tapi, ke depan hasilnya harus lebih baik lagi,” ujarnya. [INS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

If you agree to these terms, please click here.