Dorong Pemanfaatan Bambu Berkelanjutan melalui Pelatihan Budidaya dan Usaha Kerajinan di TNGGP

Cianjur, Jawa Barat

Medco Foundation bersama Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melaksanakan Pelatihan Budidaya dan Usaha Kerajinan Bambu pada 3-7 Agustus 2026 di Kantor TNGGP Wilayah Cianjur, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam Program Pemulihan Ekosistem Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang dilaksanakan sejak April 2024.

Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam membudidaya, mengolah, dan mengembangkan bambu sebagai sumber daya lokal yang memiliki nilai ekologis sekaligus potensi ekonomi.

Dari sisi lingkungan, bambu berperan dalam menjaga kestabilan tanah, meningkatkan daya serap air, mendukung rehabilitasi lahan, mitigasi longsor, serta menyerap karbon. Sementara dari sisi ekonomi, bambu dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti furnitur, kerajinan, bahan bangunan, dekorasi rumah, dan produk kreatif lainnya.

Sebanyak 19 petani dan anggota KTH binaan TNGGP mengikuti pelatihan yang berlangsung selama lima hari. Dengan pendekatan pembelajaran orang dewasa (adult learning), peserta memperoleh materi melalui teori, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, dan simulasi usaha. Materi mencakup budidaya dan pemilihan material bambu, pengawetan dan pengolahan, pembuatan furnitur, saung, anyaman dan kerajinan, dekorasi rumah, hingga dasar-dasar kewirausahaan berbasis bambu.

Kolaborasi antara Medco Foundation dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini menjadi bagian dari komitmen Medco Foundation dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan sekaligus memperkuat kapasitas kelompok dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun fondasi pengembangan usaha bambu berbasis kelompok. Ke depan, tindak lanjut diarahkan pada pengembangan nursery dan penanaman bambu produktif, produksi furnitur, gazebo dan saung, material bangunan, pengembangan pasar lokal, pemasaran digital, serta peluang kemitraan dengan sektor pariwisata dan industri kreatif. Dengan penguatan kapasitas dan pendampingan yang berkelanjutan, pemanfaatan bambu diharapkan dapat berkontribusi pada pemulihan ekosistem sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan TNGGP.