The Flowchart of My Life 70 Tahun Hilmi PanigoroThe Flowchart of My Life 70 Tahun Hilmi PanigoroThe Flowchart of My Life 70 Tahun Hilmi Panigoro

Yani PanigoroYani PanigoroYani Panigoro

HILMI Panigoro, yang lahir pada 4 April 1955, adalah anak keenam dari sebelas bersaudara pasangan Yusuf Panigoro dan Suhanah. Lahir dan besar di sebuah keluarga besar tidaklah mudah. Dia harus bisa berbagi dengan sepuluh saudaranya.

Perjalanan hidupnya tidaklah mulus. Ada kelokan tajam di satu babak hidupnya: riak-riak kebimbangan. Di episode hidupnya yang lain, tiba-tiba membentang tembok besar yang menghadang mimpi indahnya.

Jalan hidup siapa pun tidaklah selamanya indah. Masing-masing punya cerita yang tiada mudah tertebak dan kadang penuh drama. Tidak semua orang bisa menghadapinya dan lolos dari banyak rintangan.

Hilmi bisa mengatasinya. Kuncinya adalah keberaniannya mengambil keputusan yang cepat dan sering tidak keliru. Andai pun keputusan itu tidak tepat, dia akan segera mengambil langkah lain untuk menyelesaikannya.

Satu yang tak pernah diragukan adalah hasil dari kerja keras. Baginya, sesuatu yang terbaik sebenarnya telah terbentang didepannya. Dia hanya berkewajiban menjalaninya dengan sebaik-baiknya. "Do your best with good faith and the outcome-nya pasti oke," katanya.

Menyimak kembali alur hidupnya, keberhasilan Hilmi bukanlah karena dia mengikuti air mengalir. Hilmi adalah air itu sendiri. Layaknya air yang selalu mencari jalan untuk terus mengalir, seperti itulah yang dilakukannya.

Berkali-kali rintangan menghambat jalannya, tapi dia bisa segera mengambil keputusan untuk kelanjutan perjalanan hidupnya. Sering kali keputusannya itu tepat.

HILMI Panigoro, yang lahir pada 4 April 1955, adalah anak keenam dari sebelas bersaudara pasangan Yusuf Panigoro dan Suhanah. Lahir dan besar di sebuah keluarga besar tidaklah mudah. Dia harus bisa berbagi dengan sepuluh saudaranya.

Perjalanan hidupnya tidaklah mulus. Ada kelokan tajam di satu babak hidupnya: riak-riak kebimbangan. Di episode hidupnya yang lain, tiba-tiba membentang tembok besar yang menghadang mimpi indahnya.

Jalan hidup siapa pun tidaklah selamanya indah. Masing-masing punya cerita yang tiada mudah tertebak dan kadang penuh drama. Tidak semua orang bisa menghadapinya dan lolos dari banyak rintangan.

Hilmi bisa mengatasinya. Kuncinya adalah keberaniannya mengambil keputusan yang cepat dan sering tidak keliru. Andai pun keputusan itu tidak tepat, dia akan segera mengambil langkah lain untuk menyelesaikannya.

Satu yang tak pernah diragukan adalah hasil dari kerja keras. Baginya, sesuatu yang terbaik sebenarnya telah terbentang didepannya. Dia hanya berkewajiban menjalaninya dengan sebaik-baiknya. "Do your best with good faith and the outcome-nya pasti oke," katanya.

Menyimak kembali alur hidupnya, keberhasilan Hilmi bukanlah karena dia mengikuti air mengalir. Hilmi adalah air itu sendiri. Layaknya air yang selalu mencari jalan untuk terus mengalir, seperti itulah yang dilakukannya.

Berkali-kali rintangan menghambat jalannya, tapi dia bisa segera mengambil keputusan untuk kelanjutan perjalanan hidupnya. Sering kali keputusannya itu tepat.

HILMI Panigoro, yang lahir pada 4 April 1955, adalah anak keenam dari sebelas bersaudara pasangan Yusuf Panigoro dan Suhanah. Lahir dan besar di sebuah keluarga besar tidaklah mudah. Dia harus bisa berbagi dengan sepuluh saudaranya.

Perjalanan hidupnya tidaklah mulus. Ada kelokan tajam di satu babak hidupnya: riak-riak kebimbangan. Di episode hidupnya yang lain, tiba-tiba membentang tembok besar yang menghadang mimpi indahnya.

Jalan hidup siapa pun tidaklah selamanya indah. Masing-masing punya cerita yang tiada mudah tertebak dan kadang penuh drama. Tidak semua orang bisa menghadapinya dan lolos dari banyak rintangan.

Hilmi bisa mengatasinya. Kuncinya adalah keberaniannya mengambil keputusan yang cepat dan sering tidak keliru. Andai pun keputusan itu tidak tepat, dia akan segera mengambil langkah lain untuk menyelesaikannya.

Satu yang tak pernah diragukan adalah hasil dari kerja keras. Baginya, sesuatu yang terbaik sebenarnya telah terbentang didepannya. Dia hanya berkewajiban menjalaninya dengan sebaik-baiknya. "Do your best with good faith and the outcome-nya pasti oke," katanya.

Menyimak kembali alur hidupnya, keberhasilan Hilmi bukanlah karena dia mengikuti air mengalir. Hilmi adalah air itu sendiri. Layaknya air yang selalu mencari jalan untuk terus mengalir, seperti itulah yang dilakukannya.

Berkali-kali rintangan menghambat jalannya, tapi dia bisa segera mengambil keputusan untuk kelanjutan perjalanan hidupnya. Sering kali keputusannya itu tepat.

636 Views

Editor

Irfan BudimanIrfan BudimanIrfan Budiman

Bahasa

Indonesia