Membuat Lubang Biopori di Situ Gintung

Membuat Lubang Biopori di Situ Gintung

Bendungan Gintung –atau lebih dikenal sebagai Situ Gintung—adalah sebuah danau buatan atau waduk seluas 21,4 hektar yang terletak di sebelah barat daya Kota Jakarta, tepatnya di Tangerang Selatan.  Danau ini berfungsi sebagai sumber air baku dan konservasi air bagi daerah di sekitarnya termasuk Jakarta. Kawasan Situ Gintung juga merupakan lokasi wisata yang dilengkapi taman, restauran, sarana olahraga, dan tempat outbond. Pada tahun 2009, akibat hujan deras, salah satu tanggul di Situ Gintung jebol hingga menyebabkan puluhan orang meninggal.

Dalam rangka menambah daya tampung air hujan di tanah-tanah tanpa bangunan di sekitar Situ Gintung, Medco Foundation bersama sejumlah siswa SMA Avicenna Cinere, mengadakan kegiatan membuat lubang resapan biopori di kawasan tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan pada 24 April 2015 ini menjadi bagian dari kegiatan jambore pramuka “Camp Mandiri I” yang diadakan SMA Avicenna Cinere di kawasan Situ Gintung.

Lubang resapan biopori merupakan lubang-lubang yang ada di dalam tanah.  Secara alami, lubang-lubang ini biasanya terbentuk sebagai akibat aktifitas organisme seperti kehidupan cacing, rayap, akar tanaman, dan lain-lain. Lubang-lubang yang terbentuk berisi udara, yang kemudian dapat menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah. Saat ini — dengan teknologi biopori– lubang-lubang ini bisa diciptakan manusia. Caranya cukup dengan membuat lubang di dalam tanah. Aktifitas organisme bisa distimulasi dengan memberikan sampah organik pada lubang-lubang tersebut, sebab sampah organik merupakan bahan energi bagi organisme tanah.

Manfaat lubang biopori adalah untuk mengurangi banjir dan mengurangi sampah. Selain itu lubang resapan juga bisa meningkatkan kesuburan tanah, menghambat intrusi air laut, hingga mengurangi emisi CO2.

Pembuatan lubang biopori di Situ Gintung difokuskan pada lokasi-lokasi yang mudah tergenang saat hujan turun. Lokasi-lokasi ini biasanya terletak di sekitar jalan lingkungan di Situ Gintung.  Ada pun lubang biopori yang dibuat dalam kegiatan ini adalah lubang biopori dengan diameter 10 cm dan kedalaman 100 cm.

Selain untuk mendukung agar lingkungan di kawasan Situ Gintung semakin lestari, kegiatan pembuatan lubang biopori ini juga bertujuan membagi pengetahuan kepada para siswa agar bisa menjaga dan melestarikan lingkungan. Dengan adanya pengetahuan akan pentingnya lubang biopori ini, para siswa diharapkan bisa mempunyai kesadaran akan kelestarian lingkungan dan dapat mempraktekkan pengetahuannya di lingkungannya masing-masing. ***

Leave a Comment