Dekat dengan Buku Sejak Dini

BANTUL—Suasana meriah tampak di Pustaka Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul, Sabtu (7/11). Pagi itu perpustakaan dikunjungi oleh rombongan orangtua dan murid Taman Kanak-Kanak (TK) Al Fatah Singosaren Wukirsari, Imogiri, Bantul.

Mengundang orangtua dan murid TK ke perpustakaan adalah salah satu upaya untuk mendekatkan anak-anak dengan buku sejak dini.

“Kami mendesain kegiatan untuk anak dan orangtua. Karena ini adalah kunjungan pertama, kami memberikan edukasi kepada orangtua tentang manfaat membacakan buku untuk anak. Kegiatan untuk anak adalah mendengarkan cerita dari petugas perpustakaan,” kata Nurul, petugas layanan di Pustaka Desa Wukirsari.

Kegelisahan orangtua terhadap kebiasaan membaca dan kiat-kiat agar anak mau membaca menjadi topik diskusi yang seru. Jenis buku pilihan anak seringkali memicu komentar dari orangtua.

“Saya inginnya anak itu senang membaca buku pelajaran, bukan buku cerita,” kata seorang ibu.

Keluhan ini pun dijawab oleh Heni Wardatur Rohmah, nara sumber diskusi dengan himbauan agar orangtua memberikan kesempatan anak untuk membangun imajinasinya melalui buku cerita yang dibaca. Ketika anak belum memiliki ketertarikan dekat dengan buku, maka buku pelajaran cenderung terus dijauhi.

Upaya menjalin jejaring dengan sekolah akan terus diupayakan untuk menghidupkan suasana perpustakaan. Ketua Pustaka Desa Wukirsari Ujang mengatakan,” Beberapa waktu lalu kondisi perpustakaan kami memang agak sepi. Mulai bulan November ini kami telah merancang sejumlah kegiatan. Harapan kami, kegiatan yang kami selenggarakan memancing kehadiran lebih banyak pengunjung ke perpustakaan.”

Dia juga mengatakan bahwa pertengahan bulan depan nanti akan diselenggarakan kegiatan pelatihan jurnalistik untuk menjaring minat para remaja berkunjung ke perpustakaan.

Koordinator Unit Edukasi dan Literasi Medco Foundation Wawan Karsiwan menyampaikan,” Medco Foundation telah menyerahkan pengelolaan perpustakaan ini kepada Desa Wukirsari pada tahun 2013. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan perpustakaan ini sebagai pusat kegiatan dan pusat belajar. Karena itu kami sangat senang jika banyak kegiatan yang bisa diselenggarakan di sini.”

Menurut Heni Wardatur Rohmah, sangatlah layak jika ke depan perpustakaan Wukirsari menjadi tempat berkumpulnya berbagai komunitas dan masyarakat untuk belajar. Lokasi yang mudah dijangkau serta gedung yang megah ini adalah modal yang besar untuk membangun budaya baca dan semangat belajar sepanjang masa (*/mar)

Sumber: HARIAN BERNAS, Senin Pahing, 9 November 2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.