Mendorong Tumbuh Kembang Kewirausahaan Pertanian

UPAYA pemerintah meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah lesunya perekenomian dunia jelas bukan tugas mudah dan bisa dilakukan sendirian. Angka pertumbuhan 5,02 persen pada tahun lalu tentu bagus, apalagi bisa berada di belakang India dan China. Tapi, menjaga kestabilan pertumbuhan ekonomi perlu perhatian serius.

 

Swasta dan elemen lainnya, termasuk kampus, harus turun tangan mewujudkan pertumbuhan dan iklim ekonomi kondusif di Indonesia. Keduanya harus berada di garis depan membantu pemerintah mewujudkan perekonomian yang kuat dan stabil. Meningkatkan tumbuh kembang kewirausahaan adalah satu dari banyak peluang yang bisa dilakukan dua elemen ini.

 

Tantangan inilah yang dilirik Universitas Prasetiya Mulya dan Medco Foundation. Untuk mendukung percepatan pengembangan pendidikan dan kewirausahaan bidang pertanian, Universitas Prasetiya Mulya dan Medco Foundation sepakat menjalin kemitraan strategis jangka menengah. Kerja sama ini tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani kedua pihak pada Senin (17/4), di Universitas Prasetiya Mulya, Kampus BSD.

 

Nota kesepahaman kerja sama ini ditandatangani Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Djisman S. Simandjuntak  dan Ketua Medco Foundation, Roni Pramaditia. Chief Operating Officer (COO) Medco Energy, Budi Basuki, ikut menyaksikan penandatangan nota itu bersama sejumlah pejabat dari universitas.

 

Dalam nota kesepahaman yang berlaku lima tahun ini, Medco Foundation dan Prasetiya Mulya sepakat bersinergi dalam tiga bidang utama. Pertama, pengembangan pendidikan dengan fokus utama pada kewirausahawan. Kedua, pengembangan pertanian dan teknologi pangan berbasis sistem pertanian terintegrasi (integrated farming system) yang mencakup sektor petanian, peternakan, perikanan dan kehutanan. Ketiga, pengembangan dan pengayaan sumber energi baru terbarukan.

Rektor Prasetiya Mulya, Djisman S. Simanjuntak, menyambut baik kolaborasi antara pendidikan tinggi dengan dunia usaha sebagai upaya yang tepat untuk memperkuat bangsa ini.

 

“School of Applied STEM Prasetiya Mulya dirancang dengan sistem dual kolaboratif di setiap program studinya. Dengan begitu, kami harap akan menumbuhkan jalinan sinergi yang saling mendukung antara perguruan tinggi dan dunia usaha,” kata Djisman.

 

Ketua Medco Foundation, Roni Pramaditia, mengatakan yayasan yang dipimpinnya berkomitmen mendorong terciptanya partisipasi banyak pihak dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendorong kemandirian masyarakat Indonesia. Kampus, menurut Roni, berada di garda depan dalam upaya mencapai kemandirian itu.

 

“Dari kerjasama ini akan ada serangkaian penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, juga pengabdian masyarakat yang bisa dilakukan yayasan dan kampus. Saya yakin, kolaborasi ini akan sangat strategis, saling menguntungkan. Dan, yang terpenting, memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Roni.

 

Lebih lanjut, Roni memaparkan bahwa kemitraan ini bukan  hanya menitikberatkan kerja sama antara Medco Foundation dan Prasetiya Mulya. Pemerintah selaku fasilitator pembangunan dan masyarakat sebagai penerima manfaat (beneficiaries) juga didorong untuk terlibat dalam skema yang partisipatif dan berkelanjutan. [INS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.